Iklan

𝐑𝐞𝐝𝐚𝐤𝐬𝐢
Rabu, 31 Januari 2024, Januari 31, 2024 WIB
Last Updated 2024-02-01T04:37:07Z
ADVkodim loteng

Kawal Pemilu 2024, Jajaran TNI Gelar Apel Pengamanan Serentak Satu Komando

 






Lombok Tengah - Dalam rangka mengawal dan mengamankan jalannya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif pada Februari 2024, TNI dan seluruh jajaran secara serentak menggelar apel pengaman satu Komando secara live di seluruh Indonesia. 


Apel gelar tersebut sebagai langkah kesiapan TNI AD, AL, dan AU, khususnya seluruh Prajurit jajaran Kodam IX Udayana, terutama Kodim 1620/Lombok Tengah dalam mengamankan jalannya pelaksanaan pemilihan umum yang ada di wilayah masing masing. 


Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amatnya yang di bacakan langsung oleh Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Kav Andi Yusuf Kertanegara dalam apel gelar pengamanan pemilu 2024 di makodim mengatakan, Pemilu ini memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, karena pada saat inilah seluruh rakyat Indonesia akan memilih Presiden, Wakil Presiden dan wakil-wakil Rakyat yang duduk di Lembaga Legislatif. 


"Pemilu bukan sekedar edukasi demokrasi, tetapi juga merupakan sarana integrasi bangsa, yang harus kita kawal penyelenggaraannya sebagai perekat persatuan bangsa", ujarnya Kamis (1/2/2024). 


Selain itu, Karena sifatnya yang strategis

bagi keberlangsungan kehidupan bernegara, maka kesuksesan penyelenggaraan Pemilu mutlak menjadi

tanggung jawab seluruh komponen bangsa. 


"Khususnya TNI sebagai aparat negara, jaminan Pemilu berjalan dengan aman, damai dan lancar harus dapat terimplementasi secara nyata," ungkapnya. 


Terkait hal tersebut, guna mengantisipasi

terjaminnya kondusifitas di wilayah khususnya Kabupaten Lombok Tengah, Dandim 1620/Loteng telah membentuk dan menyiapkan 1 SST pasukan anti huru hara (PHH) dalam mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan selama proses demokrasi berlangsung. 


Selain itu, yang tidak kalah penting adalah, optimalkan peran unsur Penerangan Satuan untuk masif mempublikasikan kegiatan positif yang telah dilakukan masing-masing satuan dalam rangka Counter opini terhadap upaya mendeskreditkan eksistensi TNI. 


"Edukasi masyarakat dengan

memanfaatkan media massa maupun media digital Secara tepat guna, efektif, efesien dan up to date," tandasnya.(Sm)