Iklan

π‘πžππšπ€π¬π’
Kamis, 18 Januari 2024, Januari 18, 2024 WIB
Last Updated 2024-01-18T09:53:06Z

Lombok Tengah usulkan program sanitasi Rp10 miliar di 2024

 




photo ilustrasi

Lombok Tengah  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan program pembangunan sanitasi senilai Rp10 miliar dalam rangka meningkatkan kesehatan lingkungan.


"Anggaran program sanitasi 2024 yang diusulkan kepada Kementerian PUPR Rp10 miliar," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Tengah Lalu Rahadian, di Praya, Rabu.


Ia mengatakan sasaran program yang diusulkan tersebut tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah. Sedangkan untuk kuota masing-masing desa dari usulan tersebut tidak jauh beda dengan program sebelumnya yakni 50 kelompok penerima manfaat (KPM) per desa.


"Ini masih usulan, semoga saja bisa direalisasikan," katanya lagi.


Dia mengatakan untuk jumlah program sanitasi yang telah dilaksanakan di 2023 di Lombok Tengah sebanyak 961 titik, dengan nilai anggaran Rp10 miliar. Program sanitasi 2023 tersebut tersebar di 19 desa di Lombok Tengah, yakni Aik Bukak, Aik Darek, Desa Batu Tulis, Bonder, Bungkate, Darmaji, Ganti, Jelantik, Kelebuh. Selain itu di Desa Labulia, Loang Maka, Menemeng, Muncan, Pelambik, Rambitan, Semoyang, Stanggor, Sintung, dan Wajageseng.


"Jumlah per desa itu sebanyak 50 titik. Totalnya 964 titik untuk tahun anggaran 2023," katanya pula.


Dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sanitasi dan perilaku higienis sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.


"Ini juga untuk mendukung program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)," kata dia.


Selain itu, untuk mendukung desa agar bisa bebas buang air sembarangan, program sanitasi ini juga untuk mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan angka stunting.


"Semoga program ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan keamanan sanitasi di Lombok Tengah," katanya lagi.


Ia menegaskan program sanitasi ini, sebagai salah satu aspek pembangunan berfungsi menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup, kondisi lingkungan permukiman serta kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.


"Kami harapkan pola hidup masyarakat nantinya akan semakin tambah sehat," kata dia pula.(*)