Iklan

π‘πžππšπ€π¬π’
Kamis, 25 April 2024, April 25, 2024 WIB
Last Updated 2024-04-26T02:37:49Z

Kades Diduga Jual Beras Bansos, Kantor Desa Barabali Disegel Warga

Kantor Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah 







Lombok Tengah - Ratusan warga di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah menyegel kantor desa setempat, Jumat  (26/4/2024). Aksi ini buntut dari terungkapnya kasus dugaan penjualan beras Bantuan Sosial (Bansos) atau pangan diduga dilakukan Kepala Desa Barabali, Lalu Ali Junaidi.


Adapun jumlah beras bantuan yang diduga dijual Kades sebanyak 403 karung ukuran 10 kilogram. Beras ini dijual kepada seorang pengepul di desa setempat. Sementara hasil penjualan beras sebesar Rp. 35.400.000 dibagi-bagi kepada oknum perangkat desa. Mulai dari Kadus hingga staf desa dengan nilai bervariasi.


Koordinator aksi Haidir Ali dalam orasinya mendesak kepala desa untuk mundur dari jabatannya. Kades diberikan deadline waktu 2 x 24 jam.


“Saya minta pak kades menjelaskan apa tujuan beras bantuan itu dijual,” kata Haidir dalam orasinya.


Sementara di lokasi, Kades Barabali Lalu Ali Junaidi mengatakan masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Atas jawaban tersebut, Kades menolak menandatangani surat pernyataan pengunduran diri yang disodorkan oleh massa aksi.


Kades berdalih urusan penyaluran beras bantuan merupakan wewenang Kordes dan Korcam. Selain itu kades tidak bisa menyampaikan hal apapun lagi.


Mendengar keterangan Kades, massa aksi pun mulai memanas. Warga melempar air gelas mineral ke arah kepala desa. Situasi pun mulai tegang dan Kades mulai menghindari kumpulan massa aksi. Setelah itu massa dengan spontan menyegel pintu kantor desa menggunakan kayu dan bambu.


Sementara Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Barabali, Zaenudin menyampaikan beberapa permintaan.


Meminta klarifikasi Kades Barabali atas dugaan penjualan beras bantuan pangan tersebut.


Jika informasi benar maka kami BPD Desa Barabali mengutuk perbuatan kepala desa.


Meminta kepada APH untuk menindak tegas oknum yang terlibat sesuai perundang undangan yang berlaku.


Jika terbukti melakukan penjualan beras pangan untuk masyarakat miskin esktrem, maka BPD meminta kepada Kades mengundurkan diri.


“Ini adalah surat pernyataan sikap yang dibuat secara sebenar-benarnya oleh BPD Barabali,” kata Zaenudin.