Iklan

π‘πžππšπ€π¬π’
Senin, 20 Mei 2024, Mei 20, 2024 WIB
Last Updated 2024-05-21T03:47:46Z

Babinsa Pengenjek Bantu Proses Mediasi Permasalahan Pernikahan Usia Dini Di Pengenjek

 

fhoto Babinsa Desa Pengenjek Koramil 1620-06/Jonggat Serda Saudi Ali 






Lombok Tengah - Dalam rangka membantu untuk memberikan pendampingan serta memfasilitasi proses penyelesaian masalah pernikahan usia dini, Babinsa Desa Pengenjek Koramil 1620-06/Jonggat Serda Saudi Ali melakukan mediasi bersama kedua belah pihak di kantor desa pengenjek kecamatan Jonggat Lombok Tengah. 


Mediasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa setempat untuk memfasilitasi penyelesaian masalah secara kekeluargaan dan memperkuat jaringan sosial di tingkat masyarakat desa. 


Dalam mediasi tersebut, Babinsa berperan sebagai mediator untuk memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak yang terlibat. "Dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh empati, kami terus berusaha membantu para pihak agar mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan meredakan ketegangan yang mungkin muncul," ujar Serda Ali dilokasi mediasi Selasa, (21/5/2024). 


Kehadiran Babinsa dalam mediasi pernikahan menunjukkan komitmen TNI AD dalam mendukung upaya penyelesaian konflik secara damai di tingkat lokal bersama semua unsur pemerintah desa yang terlibat. 


Menurutnya, pernikahan ini merupakan institusi penting dalam masyarakat yang membutuhkan dukungan dan pemahaman dari berbagai pihak. Dengan mediasi yang kami dilakukan bersama Babinkamtimas, kepala desa, Kadus dan toga Desa Pengenjek berharap semua proses berjalan lancar. 


"Kami berharap para pasangan yang sedang mengalami konflik dapat menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan untuk masa depan pernikahan mereka," terang Babinsa. 


Selain itu, Para pemangku kepentingan di tingkat desa juga menyambut baik kehadiran Babinsa dalam mediasi pernikahan tersebut, mengakui peran penting TNI AD dalam membangun keharmonisan dan kedamaian di masyarakat desa. 


Diharapkan, melalui pendekatan yang kolaboratif dan inklusif seperti ini, berbagai konflik sosial di tingkat masyarakat desa dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan berkelanjutan. 


"Mediasi pernikahan ini merupakan contoh nyata dari komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan di berbagai bidang, termasuk pembangunan sosial dan kemasyarakatan," tandasnya.(Sm)